Three Days in Lombok (Part 1)

Disclaimer: it’s going to be a long post. So, be sure you have a bowl of popcorn, herbal tea, or a plate of gorengan with you!

Pada suatu Kamis sore yang mendung di kantor Pejaten, tiba-tiba gue mendapat telfon dari salah satu sahabat gue, Yuan.

Y: “Al, lo mau gantiin gue nggak besok pagi berangkat ke Lombok? Ternyata gue ada ujian hari Senin, jadi gue nggak mungkin berangkat besok”

A: “…hmm hah gimana, gimana?!?!?”

Singkat cerita akhirnya gue mengiyakan tawaran Yuan yang sangat baik itu. Tiket pesawat dan hotel satu malam udah siap, jadi gue tinggal berangkat aja. Gila, kurang baik apa?!? (Yuan, if you’re reading this.. I’m wishing you best of luck for your upcoming exams. Love you so much!) 

Awalnya gue panik karena 1.) belum ngajuin cuti, 2.) belum izin orang rumah, 3.) belum packing, belum tau mau pake baju apa ke pantai karena gue baru aja pake kerudung, dan masih banyak belum-belum lainnya. Tapi untungnya gue punya bos sangat baik, setelah gue ceritakan sejujur-jujurnya akhirnya gue diizinin ambil cuti mendadak. Masalah lain gampang deh diberesinnya asal udah dapet izin kantor. #YAASSS

Setelah stres milih baju dan packing sampai jam dua pagi, berangkatlah gue ke Lombok bersama dua sahabat gue lainnya, Yayang dan Icha. Rencananya kita bertiga akan stay di Lombok sampai hari Minggu malam. Satu hari nginep di daerah Lombok Timur, satu malam lagi di daerah Senggigi.

Ok, pertama gue mau share pengalaman nginep di Lombok Timur. 

Sebetulnya awal mula rencana teman-teman gue ke Lombok adalah karena mereka pingin coba nginep di satu resort ini yang katanya keren banget, namanya Jeeva Beloam Beach Camp. Karena perginya mendadak, jadinya gue nggak sempet googling tentang tempat itu sama sekali. So I didn’t really know what to expect. Dari bandara kita langsung cus ke TKP naik mobil sewaan. Karena kita nggak tau jalan sama sekali di Lombok, jadilah kita mengandalkan inovasi bernama Google Maps. Ternyata perjalanan ke daerah Lombok Timur tuh jauh banget! Kira-kira butuh waktu dua jam dari bandara sampai kesana.

Untungnya nyetir di Lombok tuh menyenangkan banget ya, NGGAK ADA MOBIL. Well, ada sih.. Tapi ya paling cuma dua tiga mobil aja yang lewat, beda banget sama di Jakarta. Jadi gue yang dapet kebagian pegang setir tetep bisa mengemudi dengan bahagia sambil sing along. Walaupun ngeri juga karena tiba-tiba suka ada anjing kampung nyebarang mendadak, walaupun bisa ngebut tetep harus hati-hati.

Udah makin dekat ke daerah Lombok Timur, ternyata perjalanan kita sudah tidak seindah di awal! TIBA-TIBA JALANAN JADI OFF ROAD BERBATU PENUH GUJLUKAN BIKIN MUAL. Ditambah mobil sewaan kita ‘gede’ banget lagi, Toyota Agya. Alhasil nyetirnya harus pelan-pelan banget supaya bagian bawah mobil nggak gesrek dan Yayang nggak muntah.

Setelah kira-kira dua jam nyetir dari bandara ke Lombok Timur, akhirnya sampai lah kita di Jeeva Beloam Beach Camp! Pintu masuk-nya mirip gerbang utama wisata Jurassic Park gitu lah. Kanan kiri rumput ilalang, lurus ke depan nggak ada apa-apa selain jalan berbatu dua arah. Agak takut tiba-tiba muncul buaya sih?!

Sesampainya kita di pintu masuk, langsung disambut ramah sama dua mas-mas disana. Kami dibawa ke resepsionis yang bentuknya kayak rumah pondok gitu.

Sebelum diantar ke kamar, kita dijelasin dulu aktivitas apa aja yang bisa dilakukan di tempat ini. Ternyata harga permalam itu udah termasuk berbagai aktivitas. Ada snorkeling, cycling, short trekking, kayaking, dll. Selain itu harganya juga udah termasuk makan tiga kali sehari untuk dua orang.

Setelah check ini kita memutuskan untuk lunch dulu di restoran karena saat itu udah jam 3 sore dan kita kelaperan banget. Jujur menurut gue makanannya biasa aja dan agak overpriced. Tapi ya gimana berhubung kita lagi di tengah hutan jadi mau nggak mau harus makan di hotel, guys. Antara makan makanan hotel atau nyeduh pop mie.

DSC02112
Lupa foto makanan yang lain. Ini contoh appetizernya, papaya salad

DSC02113

Jeeva Beloam Dining
Yang ini ngambil dari Google

Sambil diantar ke kamar, mas-masnya bilang kalau kita akan dapat kamar dengan pemandangan langsung ke arah pantai. Katanya sih ini salah satu kamar yang punya best view.

Pas liat kamarnya, OMG… Hamba terpana. Bagus banget gila ya! Bentuk kamarnya kayak cottage gitu, depan kamar pemandangannya langsung pantai yang sepi hampir nggak ada orang. Dekorasi kamarnya semua serba kayu, konsepnya sengaja dibikin senatural mungkin. Huahh hepi banget!

DSC02380
Ini balkon kamarnya. Look at the view!

Setelah selesai taro koper dan bersih-bersih, kita keluar untuk main di pantai dan foto-foto.DSC02391

DSC02484DSC02487
Tadinya abis foto-foto kita pingin langsung sepedahan, tapi nggak taunya hujan. Akhirnya kita putuskan untuk leyeh-leyeh di balkon depan kamar, ngobrol ngalor ngidul sambil ngeliatin hujan. Awalnya kita bertiga para generasi #millennials ini uring-uringan sendiri karena nggak bisa buka Instagram dan sosmed lainnya. Karena posisinya di tengah hutan jadi boro-boro ada internet, listrik aja dijadwalin.

Tapi di sisi lain waktu yang kita habiskan jadi berkualitas banget. Cerita-cerita lucu jaman SMA, ngayal-ngayal jodoh, curhat-curhat nggak penting, dan lain-lain. Sering kan kita nempel banget sama gadget dan sosmed, tapi kalau dipikir kita nggak butuh lho hal-hal tersebut untuk bikin kita happy. Quality talk disaat trip sama teman-teman kayak gini tuh penting banget, ya nggak sih?! Kapan lagi coba?! Mumpung masih single, masih banyak waktu yang bisa dihabisin bareng temen-temen, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum menyesal.

*ngetik sambil scrolling Instagram*

Malemnya seharusnya ada api unggun di dekat pantai, tapi karena masih hujan jadi terpaksa dibatalin. Akhirnya setelah makan malam, kita bertiga leyeh-leyeh lagi di balkon, haha hihi ngalor ngidul, kemudian pergi tidur tepat jam sepuluh malam ditemani suara desir ombak *woosh woosh*

Indahnya hidup ini.

Besok paginya kita bangun jam lima pagi karena udah janjian mau dijemput sama mas-mas tour guide untuk short trekking ke bukit sebelah untuk liat sunrise. Beralaskan sendal gaul (nggak bawa sepatu) kita mulai lah pendakian bukit yang walaupun cuma lima menit kecapeannya lebay udah kayak Resee Witherspoon di film Wild.

DSC02326

DSC02337

DSC02334
Princess di bukit

Turun dari bukit, kita langsung pergi sarapan, kemudian balik ke kamar untuk mandi dan packing. Nggak kerasa udah hampir jam 12 aja, and that’s the end of our stay in Jeeva Beloam Beach Camp. Oh, I wish I could stay there longer..

Masih banyak banget aktivitas yang belum dicobain disana. Kita nggak sempet snorkeling, kayaking, dan lain-lain. Gue bertekad akan nginep disana lagi kapan-kapan, with my (ehem) future husband, perhaps?

…stay tuned for our next fun experience in Senggigi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s