Three Days in Lombok (Part 2)

Setelah check out dari Jeeva Beloam Beach Camp, kita bertiga melanjutkan perjalanan ke Senggigi. Jarak antara Lombok Timur dan Senggigi ternyata jauh juga, lho! Sejauh apa? Mari lihat peta dibawah ini:

Beloam - Senggigi
Dang! Jauh cuy!

Kali ini Yayang yang kebagian jadi pak supir, gue jadi navigator, dan Icha di belakang jadi DJ yang bertugas untuk memastikan lagu-lagu asik selalu terputar selama perjalanan. Kalau menurut Google Maps, perlu waktu sekitar 2.5 jam untuk sampai ke Senggigi dari Lombok Timur.

Akhirnya setelah hampir tiga jam perjalanan, sampai lah kita di tempat menginap selanjutnya yaitu Svarga Resort Lombok! Kalau dibandingin sama Jeeva Beloam, kali ini tempatnya modern banget ala-ala resort bagus di Bali gitu. Gue pribadi suka banget sama arsitektur interiornya yang walaupun modern tapi tetep kerasa kental budaya Indonesianya #duile

Svarga Resort 2

Svarga 4

Svarga Resort 1

Kamarnya juga oke. Ukurannya cukup besar, ada living roomnya juga. Tapi bagian favorit gue adalah kamar mandinya! Konsepnya alam terbuka dan dominan sama warna-warna earth tone gitu, terus ada bathtub gede yang style-nya ‘Pinterest’ banget.

Perfect for bubble bath + Spotify -> search -> playlist -> Majestic Casual #wedee

Setelah taro koper di hotel dan bersih-bersih sebentar, kita langsung cus untuk ngeliat sunset di Bukit Merese. Lokasinya cukup jauh, kira-kira satu jam dari Svarga Resort. Sesampainya di Bukit Merese, kita langsung buru-buru naik ke atas karena udah hampir waktunya sunset. Gue suka nih nanjak di bukit ini soalnya nanjaknya nggak banyak jadi nggak capek-capek amat hahaha.

Let me tell you, guys… Gila! Di atas Bukit Merese pemandangannya luar biasa indah! Bukitnya tuh ada banyak, berlapis-lapis warna ijo. Dari atas bukit kita bisa lihat pemandangan pantai dan laut lepas. Kalau lihat foto dibawah kayaknya kamera gue kurang bisa menangkap warna asli langit di Bukit Merese menjelang sunset. Padahal kalau liat langsung, langitnya campuran warna ungu dan pink gitu!

DSC02566

DSC02565
Kerbau-kerbau montok *moo*

DSC02587

DSC02593
Love them both ❤

DSC02574

***

Nggak kerasa udah hari terakhir di Lombok! Sebelum sorenya ke Bandara, kita nyempetin berkunjung ke satu desa wisata yang direkomendasiin oleh Icha, namanya Desa Sade. Dari sebelum sampai Lombok Icha udah berkali-kali ngomong “Lo semua harus ke Desa Sade! Itu bagus banget desanya, lo pasti suka. Pokoknya HARUS” Oke oke Cha, ini kita dijalan kesana nih!

Sampai disana langsung ada satu tour guide yang nyamperin dan menawarkan diri untuk nganterin kita keliling di dalam desa. Menariknya, tour guide-nya juga warga asli Desa Sade, jadi beliau tau persis budaya dan cerita-cerita unik warga desa disana.

Bener sih kata Icha, tempat ini emang wajib buat dikunjungi. Karena nggak cuma isi desanya aja yang menarik, cerita-cerita dari tour guide-nya juga menarik banget. Gue cukup kaget pas denger di tahun 2017 gini masih banyak orang yang punya kehidupan kayak orang-orang penghuni Desa Sade ini.

Misalnya, kalau di Desa Sade nggak boleh ada yang namanya keluarga laki-laki melamar ke keluarga perempuan. Ngelamar malah dianggap merendahkan derajat keluarga perempuan. Jadi kalau ada laki-laki yang mau menikahi perempuan dari Desa Sade, mereka harus milih antara kawin lari atau kawin culik. Pihak keluarga perempuan nggak boleh ada yang tau tentang rencana pernikahan itu. Bahkan kalau sampai ketawan pernikahan terpaksa harus dibatalin. Lucu, ya?!

Jujur gue kagum ngeliat kehidupan di Desa Sade yang sederhana banget. Laki-laki disana mata pencaharian utamanya bertani, dibantu oleh para istri yang menjual kain hasil menenun. Tempat tinggal mereka masih terbuat dari tanah lempung yang dicampur dengan kotoran kerbau, dibentuk menjadi bangunan rumah sederhana dengan aliran listrik yang sangat terbatas. I mean, it’s 2017 bruh?! Coba deh bandingin sama kehidupan kita sehari-hari. Kita kalo lupa bawa henfon sehari aja kelimpungannya udah kayak apaan, sedangkan mereka bisa tuh hidup dengan lifestyle yang super sederhana.

Desa Sade - Bertiga

Desa Sade 2

Desa Sade - Menenun
Diajarin menenun juga sama ibu-ibu disana

Desa Sade - Icha

Kalau ada yang tertarik main ke Desa Sade, tinggal cari aja lokasinya di Google Maps/Waze pasti langsung ada kok. Nggak ada biaya tiket masuk, cukup bayar tour guide-nya aja dan itu juga terserah besarannya berapa, tinggal disesuaikan aja sama jumlah orang yang ikutan tour-nya.

Selesai dari Desa Sade, hari udah semakin sore dan kita bertiga kelaperan banget karena belum sempet makan siang. Akhirnya kita putuskan untuk jalan aja dulu ke arah bandara dan cari makan di deket-deket sana. Ternyata… Sepanjang jalan ke bandara kanan kiri nggak ada apa-apa… Boro-boro McD atau KFC, sekedar warung nasi atau rumah makan Padang juga nggak ada.

Akhirnya kita nyerah cari makanan karena nggak kerasa udah mau nyampe aja ke bandara. Eh, nggak taunya ada satu rumah makan di sebelah kiri jalan, di seberang bandara namanya RM Cahaya ‘Nasi Balap Puyung’! Bodo amat deh itu makanan apa, kita langsung triak-triak kesenengan sambil cepet-cepet melipir di rumah makan itu. Ternyata pas gue Googling, nasi balap puyung itu salah satu makanan khas juga di Lombok. Terus pas baru banget duduk di restorannya temen gue di Jakarta ada yang chat gue, dia bilang si RM Cahaya ini enak banget. Mantap lah nggak salah pilih tempat!

Di menunya ada beberapa pilihan nasi balap. Karena perut udah kruyuk-kruyuk, gue dan yang lain nggak pake mikir langsung pilih menu yang keliatannya paling menarik: Nasi Balap Puyung + Ayam Goreng. Pas liat daftar harganya kaget juga, rata-rata menu makanan di restoran ini harganya cuma 12.000 sampai 20.000-an.

Nasi Balap Puyung
Nasi balap puyung tuh kayak gini. Btw ini fotonya ngambil dari Google karena lupa foto.

Selesai makan, kami langsung bergegas ke bandara untuk menunggu pesawat disana.

***

Well, we were so galau that this eventful trip has sadly come to and end (and we had to go to work the next day). Gue sangat berharap setelah ini masih ada trip-trip selanjutnya dengan sahabat-sahabat gue, mumpung semuanya masih single kan.. I also promise myself that I would write more stories about us in this blog, so it could be documented nicely and we can always go back to it whenever we want to remember the moments.

Thank you very much for reading my story! Go plan a vacation, a weekend getaway, a two-day staycation, or whatever with your best friends NOW!

Cheers ❤

 

Advertisements

2 thoughts on “Three Days in Lombok (Part 2)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s