Bikin-bikin Keramik di Sabtu Pagi

Segimanapun saya suka sekali menghabiskan hari Sabtu di rumah, ada kalanya saya juga pingin melakukan kegiatan yang seru dan aneh-aneh. Pas banget nih, salah satu teman dekat saya, Prita, mengajak saya untuk ikutan belajar bikin keramik di Rumah Keramik F. Widayanto hari Sabtu lalu.

Kebetulan saya memang suka kegiatan seni bikin prakarya-prakarya gitu, akhirnya berangkat lah kita ke TKP yang berlokasi di Depok. Jujur lumayan juga sih usahanya untuk kesana, secara kami berdua sama-sama anak Bintaro.

Bintaro + Depok + Sabtu = ?

Pada bisa nebak dong?

YAK. MACET SHAY. Tapi yaudah lah, demi Sabtu pagi yang lebih produktif dari hari Sabtu pagi biasanya, dibela-belain deh macet dikit (padahal nggak dikit).

Sesampainya kami di Rumah Keramik F. Widayanto, kami dibuat takjub! Karena ternyata tempatnya rancak bana! Kirain cuma rumah biasa aja, ternyata ‘rumah’ ini tuh sejenis komplek sendiri yang gede banget. Konsepnya serba antik, tersebar beberapa rumah pondok yang ternyata fungsinya beda-beda. Ada yang galeri, toko keramik, restoran, dan lain-lain. Seluruhnya dikelilingi oleh tanaman hijau dan pohon-pohon rindang. Nggak nyangka di Depok ada tempat terselubung kayak gini.

Terus karena ya namanya juga Rumah Keramik, jadi aksen-aksen dan hiasan-hiasan di setiap rumah pondok juga dari keramik. Ada wastafel keramik, piring keramik, lantai keramik, pajangan keramik, petunjuk jalan keramik, dan lain-lain.

Tibalah kami berdua di area bikin keramik. Kami langsung disambut oleh Mas-mas ramah yang ternyata mentor kami yang bakalan ngajarin cara bikin keramik. Awalnya kami disuruh pilih dulu mau bikin keramiknya jadi bentuk apa. Bisa dibikin jadi bentuk kupu-kupu, lebah, burung, bunga, daun teratai, Upin Ipin, sampe Angry Bird juga ada, lho. Konsepnya agak keberagaman memang.

Saya pilih mau bikin bentuk daun teratai yang ada kupu-kupunya, kalau Prita pilih daun teratai dan ayam jago. Masing-masing dari kami diberikan sebongkah tanah liat seberat 400 gram, jadi terserah aja mau bikin berapa model asalkan tanahnya cukup.

bikin-keramik-prita

Processed with VSCO with a6 preset

Proses pembuatannya kira-kira membutuhkan waktu 1-2 jam, mulai dari proses mencetak tanah liat sampai detailing. Setelah itu tanah liat yang udah dibentuk perlu didiamkan dulu satu minggu untuk siap masuk ke proses pewarnaan, dan kemudian dibakar. Kalau kamu mau mewarnai keramiknya sendiri, kamu bisa balik lagi kesini setelah satu minggu. Tapi kalau kami lebih memilih untuk diwarnain sama Mas-masnya aja dan minta keramiknya dikirim ke rumah pas udah jadi.

bikin-keramik-berdua

bikin-keramik-keramik-buatanku
Hasil karya seniman keramik masa kini. Kiri punya Prita, kanan punya saya.

We had so much fun! Sembari cetak-cetak tanah liat kami bisa sambil ngobrol ngalor-ngidul dan pesen makan siang di restoran. Kalau mau ajak adik atau keponakan kesini juga pas banget nih untuk jadi tempat quality time yang ciamik dan produktif.

Biaya bikin keramik per orangnya Rp145.000 untuk 400 gram tanah liat. Udah termasuk es teh sereh dan camilan pisang goreng juga, lho.

Rumah Keramik F. Widayanto: 

Jl. Curug Agung, Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16426

Tlp: (021) 7757686

Photos by: Prita Anindya (Instagram: @pritanindya)

Advertisements